KESAN UAS PENGANTAR AKUNTANSI 1 SANGAT WOWWWWWWW…..

Ok gaes Selamat pagi kali ini saya akan menceritakan betapa senangnya UAS PA 1 emang sih awalnya deg degkan tapi itu biasa tapi yang membuat saya sangat percaya diri adalah karena soal yang saya jawab adalah soal yang kami buat sebdiri satu kelas dan alhamdulillah soal yang saya jawab keluar semua dari no. 41-55 saya sangat senang sekali terima kasih Bundo PUR WATI 😘

Sengkat cerita sampailah saya mengerjakan sampai soal 21 yang seperti ini soalnya :

Dan itu jawabanya D dan ada juga soal yang serupa tapi jawabanya tidak ada bu contohnya soal :

Dan itu saya bingung jawabnya bu dan saya pikir itu soalnya salah dan saya tidak menjawabnya bu.

Tapi intinya untuk uas hari ini sangat menyenangkan uas bu…….

Sekianlah kesan uas saya….

Iklan

RINGKASAN MATERI PENGANTAR AKUNTANSI 1 SEMESTER 1

KONSEP DASARAKUNTANSI

Konsep dasar akuntansi menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Kerangka Dasar Penyajian dan Pelaporan Keuangan (KDPPLK) paragraf 22 dan 23 menyatakan bahwa asumsi dasar akuntansi berdasarkan dasar akrual dan kelangsungan usaha(going concern). Menurut International Financial Reporting Standards (IFRS) pada The Conceptual Framework for Financial Reporting paragraf 4.1, sebagai asumsi dasar akuntansi adalah hanya kelangsungan usaha. Sedangkan menurut Paton dan Littleton yang dikutip Suwardjono (2005), konsep dasar akuntansi terdiri dari, konsep kesatuan usaha (Entity Theory), kontinuitas usaha(going concern), penghargaan sepakatan, kos melekat(cost attach), upaya dan hasil(effort and accomplishment), bukti terverifikasi, dan asumsi.

Adapun persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:

HARTA = UTANG + MODAL

Harta merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan. Contohnya, kas, piutang usaha, perlengkapan, peralatan, tanah, bangunan, dan lain-lain.

Utang adalah kewajiban yang harus dikeluarkan perusahaan kepada pihak lain karena melakukan pinjaman. Contohnya, utang bank, utang gaji, utang usaha, utang pembelian barang-barang.

Modal adalah hak pemilik dana/pemegang saham atas harta perusahaan.

ANALISIS TRANSAKSI

Analisis transaksi merupakan tahap pertama dari siklus akuntansi, adalah mempelajari transaksi dan menentukan pengaruhnya terhadap elemen-elemen laporan keuangan. Hasil dari analisis transaksi dicatat dalam buku jurnal, kemudian diposting (diakunkan) ke dalam buku besar.

JENIS TRANSAKSI
Transaksi keuangan sangat banyak jenisnya. Jika dikaitkan dengan pertanyaan “dengan siapa perusahaan bertransaksi?” maka transaksi keuangan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.Transaksi dengan pemilik
Transaksi dengan pemilik adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pemilik. Transaksi ini terdiri atas transaksi penyetoran modal dan transaksi penarikan kembali modal tersebut. Transaksi penyetoran modal oleh pemilik.
2.Transaksi dengan kreditor
Transaksi dengan kreditor adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan kreditor. Transaksi ini terdiri atas transaksi penarikan pinjaman dan pelunasan pinjaman tersebut. Transaksi penarikan pinjaman dari bank.
3.Transaksi dengan Pelanggan
Transaksi dengan pelanggan adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan. Transaksi ini terdiri atas transaksi penjualan barang/jasa perusahaan kepada pelanggan dan transaksi pengembalian barang oleh pelanggan karena barang tidak sesuai dengan pesanan, dan dalam hal jasa, pelanggan menuntut pengurangan harga karena konsumen menganggap kualitas jasa yang ia terima tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
4.Transaksi dengan pemasok
Transaksi dengan pemasok adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pemasok (misalnya pemasok bahan baku). Transaksi ini terdiri atas transaksi pembelian bahan baku, barang dagangan, atau pun barang lainnya seperti alat-alat kantor, kendaraan, dan mesin produksi.
5.Transaksi dengan penyedia nilai tambah
Transaksi dengan penyedia nilai tambah adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dan siapa pun yang menyediakan nilai tambah kepada produk/jasa perusahaan.

JURNAL

Pengertian

Jurnal adalah alat untuk mencatat transakasi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahan, sebelumdibukukan ke buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (Book of original)

Manfaat

Adapun manfaat pemakaian jurnal adalah sebagai berikut :

  1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat tersa, terutama apabila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan.
  2. Jurnal juga merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis (menurut urutan waktu terjadi transaksi), sehingga dapatmemberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan urut-urutan kejadiannya.
  3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dapat dikerjakan oleh beberapaorang secara bersamaan. Buku besar tidak mungkin dikerjakan oleh beberapa orang pada saat yang sama. Transaksi-transaksi dalam perusahaan besar biasanya cukup banyak jumlahnya sehingga diperlukan beberapa orang untuk menanganinya.
  4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi. sebaliknya ruang yang tersedia dalam kolom keterangan di akun-akun buku besar sangat terbatas, sehingga tidak dapat memuat keterangan yang cukup.
  5. Apabila transaksi dicatat secaralangsung ke buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya maka letak kesalahan tersebut di buku besar akan sulit ditemukan. Biasanya kesalahan yang terjadi adalah lupa mendebet dan mengkredit suatu akun dan melakukan pendebetan atau pengkreditan pada sisi aku yang salah.

Bentuk Jurnal

  • Kolom (1) : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian. agian kiri digunakan untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan bagian kanan untuk mencatat tanggal.
  • Kolam (2) : untuk mencatat nama akun yang didebet dan nama akun yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan atau uraian singkat tentang transaksi yang dicatat.
  • Kolam (3) : untuk mencatat nomor akun yang didebet maupun aku yang dikredit. cara pemakaian kolom ini akan diterangkan pad bagian lain dalam bab ini.
  • Kolom (4) : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebetkan ke dalam akun yang namanya telah tertulis pada kolom (2)
  • Kolom (5) : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam akun yang namanya telah tertulis pada kolom (2)

Buku Besar

Pengertian

Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.Transaksi tersebut untuk mencatat penambahan atau pengurangan, tiap jenis aktiva/harta, utang, modal, pendapatan, dan beban. Formulir-formulir tadi dapat dibuat dalam bentuk kartu atau lembaran kertas yang disebut akun atau rekening, perkiraan. Kumpulan akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan disebut buku besar (ledger).

Fungsi Buku Besar

Buku besar utama berfungsi untuk mengendalikan buku besar pembantu, maksudnya jumlah saldo dari akun tertentu dalam buku besar harus sama dengan jumlah saldo dari akun-akun yang terdapat dalam buku pembantu. Selain itu buku besar berfungsi sebagai :

  1. untuk mengikhtisarkan akibat-akibat transaksi dan kejadian secara lengkap atas perubahan harga utang dan modal perusahaan,
  2. dasar penyusunan laporan keuangan,
  3. tempat pencatatan kedua setelah jurnal dan tempat pencatatan terakhir setelah ditutup pada akhir periode.

Bentuk Buku Besar

Berdasarkan bentuknya buku besar dibagi menjadi 4 jenis, yaitu buku besar berbentuk T (sederhana), bentuk skontro, bentuk staffle, dan bentuk staffle berkolom rangkap (ganda). Pemilihan bentuk buku besar yang digunakan tergantung dari kebutuhan perusahaan yang diukur dari jumlah transaksi ataupun jumlah akun yang digunakan dengan memprtimbangkan faktor kecepatan dan keakuratan dalam mem-posting buku besar.

  • Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
  • Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
  • Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal). Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
  • Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap. Bentuk ini hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit

PENCATATAN KE BUKU BESAR

  1. Pencatatan ke dalam Buku Besar (Posting)
  2. Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.
  3. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.
  4. Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
  5. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan
  6. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
  7. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit.

Buku Pembantu

Pengertian

Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu akun besar umum. Buku besar pembantu atau disingkat dengan buku pembantu yang akan dibahas pada bagian ini meliputi:

  1. Buku besar pembantu hutang ( account payable subsidiary), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Hutang dagang dalam buku besar umum
  2. Buku besar pembantu piutang ( account receivable subsidiary ledger), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Piutang dagang dalam buku besar umum.

Sumber pencatatan dalam buku besar pembantu adalah bukti-bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan baik terhadap hutang maupun piutang perusahaan. Misalnya faktur pembelian, faktur penjualan, bukti pengeluran kas, bukti penerimaan kas dan nota debet/ kredit. Dengan demikian dalam perusahaan yang menyelenggarakan buku pembantu hutang dan buku pembantu piutang, bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan pada hutang dan piutang dicatat dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Dicatat dalam buku jurnal untuk dipindah bukukan ke dalam buku besar, baik setiap pos jurnal secara individual maupun secara kolektif
  2. Dicatat ke dalam buku pembantu yang selanjutnya pada tiap akhir periode tertentu dari data buku pembantu disusun daftra saldo. Artinya dari data buku pembantu hutang pada akhir periode disususn daftar saldo hutang dari data pembantu piutang disusun daftar saldo piutang.

Jika terjadi kesalahan pencatatan baik dalam buku pembantu, saldo akun Hutang dalam buku besar pada akhir periode harus sma dengan jumlah hutang menurut buku pembantu hutang (daftar saldo hutang). Demikian pula saldo akun Piutang harus sama dengan jumlah piutang menurut buku pembantu piutang (daftar saldo piutang).

Pencatatan dalam Buku Pembantu Hutang

Tata cara mencatat bukti transaksi dalam buku pembantu hutang :

Buku pembantu hutang merupakan kumpulan akun kreditor (pihak kepada siapa perusahaan mempunyai hutang). Bentuk akun dlam buku pembantu tidak berbeda dengan bentuk akun besar umum.

Pencatatan dalam Buku Pembantu Piutang

Tata cara mencatat transaksi dalam buku pembantu piutang :

Pada dasarnya sama dengan cara-cara pencatatan dalam buku pembantu hutang. Bukti transaksi yang dicatat dalam buku pembantu piutang meliputi faktur penjualan, bukti penerimaan kas untuk penerimaan tagihan (piutang), nota debet/ kredit sebagai bukti retur penjulan atau pengurangan harga.

Neraca Saldo

Neraca saldo atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama trial balance memiliki pengertian sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.

Neraca saldo dipersiapkan untuk melihat keseimbangan atau kesamaan antara jumlah kredit dan debit pada akun-akun yang ada dalam buku besar. Neraca saldo biasanya memuat ringkasan dari akun transaksi beserta saldonya yang berfungsi sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan atau sebagai bahan evaluasi. Dengan kata lain, neraca saldo, disususun setelah penyusunan buku besar dan dibuat secara sistematis, sesuai kode akun (tidak acak).

TUJUAN PEMBUATAN NERACA SALDO

  1. Untuk menguji kesamaan debet dan kredit didalam buku besar
  2. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan

FUNGSI NERACA SALDO

Secara umum, neraca saldo memiliki 4 fungsi utama yaitu:

  1. Fungsi Persiapan, untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu perusahaan.
  2. Fungsi Pencatatan, tempat melakukan beberapa macam pencatatan, dalam hal ini pencatatan yang di lakukan adalah pencatatan data-data pada setiap akun rekening. Fungsi ini juga merupakan bagian utama dari fungsi ilmu akuntansi, yaitu mencatat.
  3. Fungsi Koreksi, tempat melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi yang telah dilakukan sebelum pembuatan neraca saldo tersebut. Dalam laporan neraca saldo, akan diketahui apakah ada kekurangan atau kesalahan pencatatan dengan cara melihat kesamaan pada hasil akhir pada kolom debit dan kredit.
  4. Fungsi Monitoring, maksudnya fungsi neraca saldo adalah untuk melakukan pengawasan pada setiap akun dalam keuangan perusahaan.

Penyebab kesalahan dalam Neraca Saldo

Kesalahan dalam penyusunan Neraca Saldo

  • Salah menunjukkan kolom saldo rupiah
  • Ada rekening yang belum dicantumkan dalam Neraca Saldo atau salah menuliskan jumlahnya

Kesalahan dalam menentukan saldo rekening

  • Salah menghitung jumlah saldo
  • Saldo debit suatu rekening ditulis sebagai saldo kredit atau sebaliknya
  • Salah menghitung jumlah pada satu sisi rekening

Kesalahan mencatat transaksi dalam buku besar

  • Transaksi telah dicatat dengan jumlah pendebitan tidak sama besarnya dengan jumlah pengkreditannya
  • Pendebitan telah dicatat sebagai pengkreditan atau sebaliknya
  • Lupa mencatat suatu pendebitan atau pengkreditan

Referensi :

https://www.jurnal.id/id/blog/2017/apa-itu-neraca-saldo-dan-bagaimana-contohnya

Resume Materi Pengantar Akuntansi 1 Rabu, 24 Oktober 2018

Jusup, Al. Haryono. 2012. Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN : Yogyakarta.

http://sistemakutansikel-3.blogspot.com/2015/10/buku-besar-dan-buku-pembantu-sia-kel-3.html

Mengerjakan tugas di tempat yang asik

Oke gaes.., kali ini saya akan menceritakan cara saya mengerjakan tugas dan menurut saya tempatnya asik.

Setiap ada tugas saya jarang sekali mengerjakn di kos karena saya adalah orang yang sangat suka menunda-nunda pengerjaan tugas apa bila di kos. Jadi cara saya untuk mengerjan tugas saya agar tidak malas dengan mengerjakan di luar kos atau mencari tempat yang asik yaitu tempat yang saya sering datangi untuk mengerjakan tugas adalah caffe di dekat kos saya yaitu kedai Janji Jhoni di jl. Iromejan.

Dan disitulah saya bisa fokus mengerjalan tugas dan dikarnakan tempatnya yang asik dan makannan dan minumannya sangat enak dan juaga ada Wi-Fi, dan itu sangat membuat para mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas seperti saya.

Jadi buat temen-temen yang bingung mencari tempat mengerjakan tugas yang ada Wi-Fi dan tempat malannya ayoh datang saja di kedai janjo jhoni.

Oke gaes sekian cerita saya semoga anda senang membacanya…

UKM MUSIK

Oke gaes.. Kali ini saya akan mencerikan ekstra kurikuler di kampus,…..

Karna saya gemar sekali bernyanyi jadi saya memilih ukm musik untul saya ikuti dan tujuan saya mengikuti ukm musik saya ingin belajar bermain alat musik selain saya hobi bernyanyi saya juga ingin bisa bermain alat musik seperti gitar dan. Lain-lain sehingga saya bisa bernyanyi dan bermain gitar sendiri nantinya.

Nah itulah ukm kampus yang saya ikuti.

Pentingnya Manajeman Waktu

Oke gaes kali ini saya akan menceritan manajemen waktu saya :

Jujur saya orangnya pelupa dan juga sedikit pemalas. Jadi antisipasi saya adalah mengelis waktu saya dalam satu hari itu mau kemana saja karena saya tipenya orang yang suka mengikuti kegiantan organisasi maka dari itu hampir semua organisasi di kampus maupun luar kampus, saya ikuti semua dan saya juga harus pandai-pandai me membagi waktu saya saya dimana waktu ibadah, main, organisasi, dan belajar.

Dan itu lah temen temen saya membagi waktu saya dalam satu hari denagan mengelist waktu saya di sebuah kertas, terima kasih sudah membaca…

NERACA SALDO

Neraca Saldo

A. Pengertian Neraca Saldo (Trial balance)

Neraca saldo (trial balance) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Neraca saldo termasuk sebagai sebuah tahap dalam siklus akuntansiyang disusun setelah dilakukan pemostingan jurnal umum buku besar.

Definisi neraca saldo adalah sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.

Ringkasnya neraca saldo disusun setelah penyusunan buku besar, akun dalam neraca saldo harus dibuat secara sistematis (sesuai dengan kode akun)/ tidak boleh acak.

B. Manfaat Neraca Saldo


Manfaat dari penyusunan neraca saldo bagi suatu perusahaan adalah :

1. Dapat memudahkan melakukan pengecekan terhadap kebenaran buku besar yang telah dibuat. Ketika jurnal buku besar yang dibuat dengan benar sebagai dasar penyusunan neraca saldo, maka jumlah total angka kolom debet dan kredit yang muncul di neraca saldo akan menunjukkan jumlah saldo yang ballance (sama). Dengan demikian neraca saldo dapat dianggap benar.

2. Penyusunan neraca saldo bermanfaat sebagai sumber pembuatan kertas kerja (neraca lajur) dan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan.

C. BentukNeraca saldo (Trial balance)

Format/bentuk neraca saldo yang sederhana memiliki 4 kolom utama diantaranya kolom kode (nomor) akun, kolom nama akun (keterangan), kolom debet dan kredit seperti gambar berikut ini:

Keterangan :

1. Kolom Kode (nomer) Akun

Kolom tersebut berisi berbagai kode akun dari setiap akun yang terdapat dalam buku besar perusahaan tersebut. Nomer/kode akun harus ditulis secara sistematis atau urut mulai dari kode 1 yang menunjukkan kode akun Harta sampai kode 4 yang menunjukkan kode akun Beban.

2. Kolom Nama Akun

Kolom berikut berisi berbagai nama akun yang tercantum dalam buku besar perusahaan. penulisan dalam neraca saldo di urutkan dari golongan akun harta, akun hutang, akun modal, akun pendapatan dan yang terakhir adalah akun beban.

3. Kolom Debit

Kolom berikut berisi saldo dari setiap akun yang memiliki saldo debet sesuai dengan buku besar.

4. Kolom Kredit

Kolom berikut berisi saldo setiap akun yang memiliki saldo total kredit sesuai yang ada di dalam buku besar.

Referensi :

http://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/pengertian-nerca-saldo-serta-bentuk-dan-contohnya/

Ilmuan muslim yang luar biasa

Saya sangat mengidolakan ilmuan islam yang sangat luar bisa penemuannya yaitu sebagai berikut :

1. Ibn Sina adalah ilmuan medis atau kesehatan.

2. Al-Khawarizmi adalah ilmuan di bidang matrmatiaka dan beliaulah yang menemukan konsep aljabar dan algoridma.

3. Jabir Ibn Hayyan adalah ilmuan yang akli di bidang kimia, dan beliaulah yang orang pertama yang mengidentifikasi zat yang bisa melarutkan emas.

4. Ibnu Al-Nafis adalah ilmuan medis, dan beliau adalah orang pertama yang mengungkap teori pembuluh dara kapiler.

5. Ibnu Khaldun adalah ilmuan dan disebut Bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi.

6. Al-Zahrawi adalah ilmuan yang ahli di bidang kedokteran dan beliau yang menemukan konsep operasi modern.

7. Ibnu Haitham adalah ilmuan di bidang matematika, dan beliau di kenal sebagai pendiri optik modern.

8. Umar Khayyam adalah ilmuan yang berhasil mengkoreksi kalender persia.

9. Ibnu al-Baithar adalah ilmuan yang ahli di bidang botani dan kedokteran.

10. Thbit ibn Qurran adalah ilmuan di bidang matematika, dan beliaulah yang menerapkan sistem geosentrik Ptolemy dan penemu konsep statistika.

Keren bukan itulah ilmuan pertama yang menemuak segala yang kita rasakan sekarang itu adalah orang islam.

Referensi:

Brilio.net